Pengguna Internet RI Inginkan Suara Damai
Dirilis:
Tuesday, 22 July 2014 | Episode Lainnya:
SEE ALL EPISODES
Lolitec - Selama kampanye dan
Pemilihan Presiden 2014, dukungan netizen di Indonesia sempat membuat
tensi pengguna internet cukup memanas.
Para pendukung dan relawan masing-masing kandidat capres dan
cawapres yang aktif di media sosial, gencar memposting berbagai
informasi mengenai capres pilihannya.
Tak jarang juga saling berdebat dan melontarkan serangan bagi
capres yang tidak didukungnya. Isu kampanye hitam dari masing-masing
kandidat menjadi bumbu panas kedua pendukung.
Namun, usai pilpres, netizen Indonesia mulai menyerukan persatuan bangsa melalui media sosial.
Hasil pemantauan PoliticaWave, sebuah analitik dan pemantauan media sosial, yang diterima VIVAnews, Selasa 22 Juli 2014, menemukan bahwa sejak 9–19 Juli 2014, percakapan terkait Pilpres 2014 masih ramai di media sosial.
Percakapan didominasi oleh keinginan netizen agar proses pilpres
segera berakhir. Total percakapan itu menghasilkan total buzz sebesar
62.944 buzz.
Topik utama yang paling banyak dibicarakan oleh netizen adalah agar
salah satu capres harus bisa legowo menerima kekalahan dengan jumlah
percakapan sebesar 4.122 buzz, kedua capres harus bisa bersikap layaknya
ksatria yakni jika menang tidak jumawa dan siap menerima kekalahan
(3.823 buzz), serta Retweet dari seruan Jokowi untuk segera melakukan
rekonsiliasi usai pilpres demi kesatuan dan persatuan bangsa (1.134
buzz).
Selain tiga topik utama itu, seruan netizen agar suasana damai dan
kompak dapat terlihat dalam berbagai kata kunci seperti “berdamai
kembali”, “sudah eneg dengan pilpres”, “menyatukan pertemanan yang
rusak”, “silahturahmi lagi”, “torang samua basudara”, dan frasa-frasa
lainnya yang intinya merujuk pada keinginan agar masyarakat Indonesia
bisa kembali bersatu siapa pun yang menjadi presidennya...

