Apakah Bitcoin Itu Aman atau Beresiko?
Dirilis:
Wednesday, 2 July 2014 | Episode Lainnya:
SEE ALL EPISODES
Diakui atau tidak, demam Bitcoin sedang melanda dunia. Cryptocurrency
yang bersifat terdesentralisasi dan tidak diatur atau dijamin oleh
otoritas pusat ini ramai digunakan untuk bertransaksi di berbagai
negara, termasuk Indonesia.
Meski memiliki sejumlah kelebihan dibanding mata uang "konvensional", Bitcoin bukannya tidak memiliki risiko. Ada beberapa ancaman yang mengintai para pengguna uang virtual ini. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyimpanan Bitcoin.
Untuk bisa membelanjakan Bitcoin, pemilik membutuhkan baris kode khusus bernama "private key". Baris kode ini disimpan di dalam "wallet" atau dompet digital. Ketika akan dipakai, barulah pemilik mengakses kode tersebut dan menggunakannya untuk transaksi.
Private key bisa disimpan secara lokal di komputer maupun dicetak dengan printer. Persoalan muncul karena baris kode ini bisa dicuri atau hilang. Apabila itu terjadi, maka semua Bitcoin yang terasosiasi dengan private key bersangkutan akan raib selamanya dari tangan pemilik.
Meski memiliki sejumlah kelebihan dibanding mata uang "konvensional", Bitcoin bukannya tidak memiliki risiko. Ada beberapa ancaman yang mengintai para pengguna uang virtual ini. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyimpanan Bitcoin.
Untuk bisa membelanjakan Bitcoin, pemilik membutuhkan baris kode khusus bernama "private key". Baris kode ini disimpan di dalam "wallet" atau dompet digital. Ketika akan dipakai, barulah pemilik mengakses kode tersebut dan menggunakannya untuk transaksi.
Private key bisa disimpan secara lokal di komputer maupun dicetak dengan printer. Persoalan muncul karena baris kode ini bisa dicuri atau hilang. Apabila itu terjadi, maka semua Bitcoin yang terasosiasi dengan private key bersangkutan akan raib selamanya dari tangan pemilik.
Kasus seperti ini beberapa terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Misalnya peristiwa yang menimpa Inputs.io. Penyedia wallet online
tersebut November lalu dibobol hacker sehingga mengakibatkan para "nasabah" kehilangan Bitcoin senilai 1,2 juta dollar AS. .........................
Loliloli Teknologi Masa Kini...
Terima kasih sudah mengunjungi blog saya....
Loliloli Teknologi Masa Kini...
Terima kasih sudah mengunjungi blog saya....

